Politikus PDIP Semarang Sikapi Dua Sistem Penghitungan Kursi

 

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Semarang, H Supriyadi, S.Sos, menganalisa untung rugi jika opsi pilihan sistem pembagian kursi tersebut.

Maka, untuk mengetahui mari kita bandingkan sistem pembagian kursi Sainte Lague Murni yang telah disahkan dalam UU Pemilu dangan sistem Quota Hare Quota.

Misalnya dalam Pileg 2019, di sebuah Daerah Pemilihan didapat hasil perolehan suara :
1. PDIP : 220.000
2. Gerindra : 100.000
3. Demokrat  : 30.000
4. PKS : 25.000

Hitungan dengan sistem Quota Hare Quota (yang tak lolos di Paripurna dini hari tadi);Misal ditentukan harga 1 kursi, 200.000.
Maka Perolehan Kursinya adalah:
1. PDIP 1 kursi, sisa 20.000
2. Gerindra 0 kursi, sisa 100.000
3. Demokrat 0 kursi, sisa 30.000
4. PKS 0 kursi sisa 25.000

“Karena masih ada sisa 3 kursi dikasih ke sisa kursi terbanyak yaitu Gerindra, Demokrat, PKS,” ungkap Supriyadi, disela-sela mengikuti Rakerda DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Panti Marhen, Semarang, Minggu (23/07/2017)

Akhirnya:
1. PDIP 1 kursi
2. Gerindra 1 kursi
3. Demokrat  1 kursi
4. PKS 1 kursi

Padahal suaranya beda jauh, PDIP 2x suara Gerindra, dan  7x suara Demokrat, dan  9xsuara  PKS
Sehingga PDIP bilang “gak adil, beda jauh kok sama sama 1 kursi,” papar Politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, jika menggunakan methode Sainte Lague Murni (lolos). Pembaginya bukan Kouta Kursi tetapi Perolehan suara dibagi 1,3,5,7 dst untuk urutan masing masing kursi.
Maka perolehan kursi untuk kasus di atas adalah:

1. Kursi pertama (PDIP : 220.000, Gerindra 100.000, Demokrat 30.000, PKS : 25.000) Jadi kursi Pertama adalah kursi untuk partai yang mendapat perolehan suara tertinggi, yakni PDIP,” jelasnya.

2. Kursi kedua (PDIP : 220.000/3 = 73.333, Gerindra 100.000, Demokrat 30.000, PKS 25.000) Sehingga Gerindra mendapatkan 1 kursi  karena suara mereka tertinggi di kursi ke 2.

3. Kursi Ketiga (PDIP : 220.000/3 = 73.333, Gerindra 100.000/3 = 33.333, Demokrat 30.000, PKS 25.000) jadi ada 1 kursi untuk PDIP lagi karena punya 73.333 suara untuk Kursi yang Kedua pada perebutan Kursi Dapil yang ke 3.

4. Kursi keempat (PDIP : 220.000/5 = 44.000, Gerindra 100.000/3 = 33.333, Demokrat 30.000, PKS 25.000) jadi 1 kursi untuk PDIP lagi karena tertinggi untuk kursi ke 3, yaitu 44.000 untuk Kursi Dapil yang ke 4.

Total akhir
1. PDIP = 3 kursi
2. Gerindra = 1 kursi
3. Demokrat = 0 kursi
4. PKS = 0 kursi

“Partai besar sangat diuntungkan dengan sistem Sainte Lague Murni ini,” jelasnya.

Ditambahkan Oleh Supriyadi, dengan Parliamentary Threshold, aturan konversi suara ini juga dipastikan akan semakin memangkas jumlah partai yang akan manggung di Senayan. Bisa jadi, nanti hanya akan ada tiga atau maksimal lima partai di Senayan.

“Partai-partai yang hanya beroleh suara di bawah 4 persen harus pamit mundur dari Senayan,” pungkasnya. 

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Welcome
image

H. Supriyadi S.Sos

0817240442


priyadi.pdip@gmail.com
prie_erowati@yahoo.co.id
@lek_dithok
Ketua DPRD Kota Semarang
DPC PDI Perjuangan Kota Semarang
image

Situs Resmi DPC PDI Perjuangan Kota Semarang

Genta Suara Revolusi
image

Genta Suara Revolusi

Artikel Terbaru
GALERI FOTO
image

Galeri Foto

 

VISITOR

widgeo.net

Komentar Terbaru

Copyright © 2019 architong@multiusaha.com · All Rights Reserved