Isu Jual-Beli Lapak Johar, Supriyadi Sidak

SEMARANG - Isu jual beli lapak sementara Pasar Johar berhembus jelang peresmian yang digelar Rabu (20/1/2016) besok. Sebuah pesan singkat dikirimkan ke Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi pada Senin (18/1) malam.

"Pengundian tempat relokasi Pasar Johar di MAJT sangat tidak adil. Banyak yang bermain suap untuk mendapatkan tempat. Dan para pedagang tidak mendapatkan hak yang dimiliki sesuai dengan izin dasaran yang tertulis di registrasi ulang. Serta petugas yang melayani meminta uang tanda terima kasih. Apakah itu harus dibiarkan? Tidak ada keadilan dan banyaknya kecurangan mewarnai relokasi MAJT. Para oknum terkait memanfaatkan kesempatan di balik musibah terbakarnya pasar Johar. Tolong Bapak Ketua DPRD yang terhormat untuk menindak lanjut. Rakyat pasarn Johar sudah susah jangan dipersulit. Pedagang cuma meminta haknya saja," demikian pesan singkat tersebut.

Mendapatkan informasi tersebut, Supriyadi lantas melakukan sidak ke lapak sementara pasar Johar.Dalam sidak, pihaknya tidak menemukan kasus tersebut.

"Informasi yang saya dapat ada pungutan dari oknum kelompok pedagang kemudian menyetorkan ke oknum dinas pasar. Besarannya Rp 2-5 juta agar mendapatkan lokasi lapak yang strategis. Setelah saya turun ke lapangan, saya belum menemukannya," ujarnya.

Selain itu, Supriyadi menerima informasi pedagang selain korban kebakaran mendapatkan lapak sementara.

"Kalau nominal uang agar PKL bisa masuk lapak sementara saya belum dapat informasinya," ujarnya.

Supriyadi mengatakan akan segera memanggil secara formal pedagang yang melaporkan temuan pungutan dan jual beli lapak. "Ini untuk mengklarifikasi laporan apakah benar bisa dibuktikan ada pungutan dan jual beli lapak," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pengaturan dan Ketertiban Dinas Pasar Kota Semarang, Bachtiar Effendi membantah adanya pungutan yang dilakukan dinas pasar.

Ia menjelaskan database para pedagang yang sudah melakukan pengundian lapak ini sebelumnya melalui register dinas pasar sehingga hanya pedagang yang telah melalui register yang dapat mengikuti undian lapak.

"Kita tidak mungkin akan melakukan pungutan seperti itu. Kami memasukkan pedagang seusai dengan register jadi tidak ada pedagang baru masuk ke register. Jual beli lapak juga tidak ada," ujarnya.

Namun, Bachtiar tidak menampik ada jual beli kios yang dilakukan antar pedagang.

"Jual beli antar pedagang dilakukan di bawah tangan, dinas pasar tidak dilibatkan. Setelah transaksi lalu dibalik nama. Sesuai Perda nomor 9 tahun 2013 diatur hak tidak boleh dialihkan ke pedagang lain. Kami akan segera melakukan pengecekan jika memang terjadi akan kami tarik registernya dan kios akan ditutup dengan bantuan Satpol PP," ujarnya.

Bachtiar juga menegaskan pedagang korban kebakaran yang mengontrak kios juga tidak mendapatkan lapak.

"Kalau pemilik kios tidak jualan ya dibiarkan kosong. Tidak bisa dikontrakkan. Ini untuk database kami," ujarnya.

Hingga kemarin, lebih dari 60 persen dari jumlah pedagang johar yang terdata di Dinas Pasar sudah mendapatkan jatah lapak di pasar johar sementara.

"Untuk besok (hari ini) proses pengundian dihentikan dinas pasar karena Pasar Johar Sementara digunakan untuk pemusatan peresmian," ujarnya.

Seorang pedagang, Dwi Warsono mengatakan dirinya sudah sering kali mendengar cerita dari pedagang yang dimintai pungutan dari ketua kelompok hingga ratusan ribu.

"Di kalangan kelompok pedagang memang hal tersebut lumrah karena telah memperjuangkan nasib pedagang yang belum memiliki jatah lapak. Isu jual beli lapak atau pun retribusi untuk berjualan di lapak Pasar Johar Sementara ini karena ulah oknum dari pedagang yang mengatasnamakan dinas pasar," ujarnya.

Fri, 11 Mar 2016 @20:46

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Welcome
image

H. Supriyadi S.Sos

0817240442


priyadi.pdip@gmail.com
prie_erowati@yahoo.co.id
@lek_dithok
Ketua DPRD Kota Semarang
DPC PDI Perjuangan Kota Semarang
image

Situs Resmi DPC PDI Perjuangan Kota Semarang

Genta Suara Revolusi
image

Genta Suara Revolusi

Artikel Terbaru
GALERI FOTO
image

Galeri Foto

 

VISITOR

widgeo.net

Komentar Terbaru

Copyright © 2019 architong@multiusaha.com · All Rights Reserved