Supriyadi Pimpin PSSI Kota Semarang

 

SEMARANG - Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi terpilih menjadi Ketua Umum PSSI Kota Semarang periode 2015-2019. Dia terpilih secara aklamasi pada muscab yang dihadiri 23 perkumpulan sepak bola (PS) di Balai Kota, Minggu (30/8). Dua PS yang tidak hadir, dari Unika dan Unnes.

Supriyadi terpilih setelah dua calon lainnya, Hamami Helmy S dan Kapten Arh Sujono gugur. Hamami mengundurkan diri pada saat pembacaan tatib muskot, sedangkan Sujono tidak lolos verifikasi setelah tidak mengumpulkan salinan SK penetapan pengurus olahraga dan tidak menyerahkan visi dan misi.

Pada muskot yang sempat diwarnai aksi walk out wakil dari PS Garuda, Iwan Anggoro itu, juga menetapkan tiga unsur dari PS sebagai anggota formatur dalam pembentukan pengurus. Yakni H Jufri Jaman Nur dari PS HW, Ngatiman (PSAD) dan Budi Cipto (PMC). Adapun dua anggota formatur lainnya berasal dari pengurus lama.

Kini Supriyadi memimpin empat cabor olahraga di Kota Semarang, yakni Persatuan Tinju Amatir (Pertina), Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) dan PSSI Kota Semarang. Terkait cara membagi waktu, Supriyadi mengatakan, amanah harus dijalankan.

”Jabatan ini amanah, karenanya harus dilaksanakan sungguh-sungguh. Nanti kan tidak selalu bergantung pada ketua umum. Pengurus harian dapat melaksanakan program-program organisasi. Karenanya, saya akan bentuk pengurus yang solid,” ujarnya.

Dia pun siap menghadapi tantangan seretnya anggaran cabor. Seperti diketahui KONI Kota Semarang belum membayar pajak. Hal itu menyebabkan APBD Kota Semarang tidak bisa dicairkan. Dampaknya dana ke cabor juga tidak bisa cair, sehingga mengganggu pembinaan yang ada.

Di sisi lain, muskot tersebut terancam tidak syah karena pelaksanaannya terburu-buru. Para pemilik suara baru menerima pemberitahuan sehari sebelum pelaksanaan muskot. Padahal dalam aturan pelaksanaan, surat pemberitahuan harus dikirimkan sejak jauh-jauh hari.

”Harusnya ada tatananya, ada aturannya. Tidak serba mendadak seperti ini. Saya khawatir, muskot ini tidak memiliki aspek legalitas yang kuat karena dapat dipermasalahkan Asprov PSSI Jateng,” ujar Sekum PS Garuda, Iwan Anggoro.

Pelaksanaan muskot juga kurang sempurna karena tidak didampingi oleh perwakilan dari Asprov PSSI Jateng sebagai organisasi lebih tinggi. Wakil dari Asprov, Sutrisno (Anggorta Komite Sepak Bola yang menangani organisasi) meninggalkan ruangan sebelum muskot selesai. Padahal dalam statuta, pelaksanaan muscab harus didampingi oleh induk organisasi di atasnya.

Sumber:

www.suaramerdeka.com

Fri, 11 Mar 2016 @20:29

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Welcome
image

H. Supriyadi S.Sos

0817240442


priyadi.pdip@gmail.com
prie_erowati@yahoo.co.id
@lek_dithok
Ketua DPRD Kota Semarang
DPC PDI Perjuangan Kota Semarang
image

Situs Resmi DPC PDI Perjuangan Kota Semarang

Genta Suara Revolusi
image

Genta Suara Revolusi

Artikel Terbaru
GALERI FOTO
image

Galeri Foto

 

VISITOR

widgeo.net

Komentar Terbaru

Copyright © 2019 architong@multiusaha.com · All Rights Reserved